Edisi 03|2010

704 Views |  Like

Setelah merilis edisi pertama dan kedua, kini e-magazine arsitektur ruang hadir kembali dengan tema  “Jakarta”. Kami, sekumpulan arsitek, urban designer, fotografer, pemerhati dan penggiat seni atau engineer, ingin berbagi curahan hati dan emosi yang ada di dalam otak dan jiwa kami melalui artikel, fotografi, karya seni maupun proyek-proyek arsitektural

ruang #3 tema Jakarta

Jakarta merupakan sebuah kota metropolitan yang memiliki daya tarik luar biasa. Layaknya sebuah ibukota, Jakarta memiliki banyak kelebihan dan kekurangan. Kami mencoba untuk berbagi kisah mengenai Jakarta dari perspektif kami. Keberagaman itu membentuk sebuah kumpulan ide-ide yang kadang kritis, informatif, menggelitik dan juga kadang romantis.

ruang #3 tema Jakarta

Perjalanan ruang ini akan dimulai dari sejarah Menteng. Kumpulan ide, harapan dan kritik akan mengiringi perjalanan ruang kali ini. Nikmati lukisan seorang alumnus arsitektur ITB dalam memandang Jakarta. Simak pula pendapat beberapa alumni ITB, seperti Betti Alisjahbana, Hendry Harmen, Enda Nasution  mengenai kota Jakarta. Perjalanan ruang ini akan diakhiri dengan sebuah desain arsitektur kontemporer – Stadion Sepakbola, Taman BMW Jakarta Utara.

ruang #3 tema Jakarta

Selamat menikmati ruang edisi Jakarta melalui sharing media (scribdslideshareissuu), atau mengklik link berikut untuk mengunduhnya: e-magazine, atau dengan membaca artikel satu per satu pada web ini.

Selamat mengapresiasi
ruang | kreativitas tanpa batas

admin
Ruang adalah sebuah majalah online bertema arsitektur, kota, dan lingkungan binaan, beserta segala permasalahannya. Kami tertarik dengan cara pandang yang beragam dalam melihat sebuah tema; karenanya, kami mengambil sebuah posisi yang objektif dengan memberikan kesempatan kepada setiap pandangan untuk menyuarakan argumennya. Tidak ada benar dan salah dalam berpendapat, yang ada hanya argumen yang lebih berdasar. Kami percaya bahwa konsensus bukanlah sebuah tujuan. Karenanya kami berupaya agar setiap edisi diwarnai oleh beragam kontributor: praktisi, akademisi, pengamat, penikmat, pengguna, patron maupun kritikus dari berbagai disiplin ilmu.

Ruang tidak mencari solusi terhadap sebuah permasalahan yang diangkat dalam setiap tema. Bagi kami, untuk saat ini merupa pertanyaan yang baik dan tepat lebih diperlukan daripada terburu-buru mengambil solusi. Maka, setiap edisi akan dibuka oleh sebuah pertanyaan berupa call for paper yang akan melahirkan sebuah edisi. Dan, edisi tersebut menjadi pengantar bagi sebuah temuan awal dari tema yang ditampilkan. Namun edisi tersebut belum akan ditutup, dan akan terus dibuka untuk mencari cara pandang lain mengenai permasalahan dalam tema tersebut.