Call for Papers ruang #12 | Edukasi (ID)

1033 Views |  Like

12_Edukasi

 

Dewasa ini, institusi pendidikan arsitektur ‘formal’ seperti perguruan tinggi telah tersebar di berbagai kota. Namun demikian mempelajari arsitektur tak serta merta membuat seseorang menjadi arsitek, tapi pada hakikatnya adalah untuk memperluas potensinya berkontribusi dalam dunia arsitektur.

Melalui Edisi #12, Ruang akan mencoba untuk mengurai pendidikan arsitektur. Hal tersebut berarti membahas bagaimana kita akan mempersiapkan arsitek generasi mendatang. Dengan jumlah 166 perguruan tinggi arsitektur, Indonesia mempunyai potensi besar untuk melahirkan pasukan arsitek berkompetensi tinggi yang dapat disebar ke seluruh pulau untuk membuat kehidupan bermukim kita menjadi lebih baik. Untuk itu, kurikulum harus dipertanyakan, pedagogi harus dibahas, dan materi harus mulai diurai kembali bersama di atas meja.

Mari berbicara EDUKASI!

Call for papers ruang #12: Edukasi, telah siap!

Silahkan unduh pdf-nya di sini.

Masukkan kontribusi kawan-kawan sebelum tanggal 7 Januari 2018.

Salam,

ruang arsitektur

admin
Ruang adalah sebuah majalah online bertema arsitektur, kota, dan lingkungan binaan, beserta segala permasalahannya. Kami tertarik dengan cara pandang yang beragam dalam melihat sebuah tema; karenanya, kami mengambil sebuah posisi yang objektif dengan memberikan kesempatan kepada setiap pandangan untuk menyuarakan argumennya. Tidak ada benar dan salah dalam berpendapat, yang ada hanya argumen yang lebih berdasar. Kami percaya bahwa konsensus bukanlah sebuah tujuan. Karenanya kami berupaya agar setiap edisi diwarnai oleh beragam kontributor: praktisi, akademisi, pengamat, penikmat, pengguna, patron maupun kritikus dari berbagai disiplin ilmu.

Ruang tidak mencari solusi terhadap sebuah permasalahan yang diangkat dalam setiap tema. Bagi kami, untuk saat ini merupa pertanyaan yang baik dan tepat lebih diperlukan daripada terburu-buru mengambil solusi. Maka, setiap edisi akan dibuka oleh sebuah pertanyaan berupa call for paper yang akan melahirkan sebuah edisi. Dan, edisi tersebut menjadi pengantar bagi sebuah temuan awal dari tema yang ditampilkan. Namun edisi tersebut belum akan ditutup, dan akan terus dibuka untuk mencari cara pandang lain mengenai permasalahan dalam tema tersebut.