Bauer+Astaman Architect

1471 Views |  Like

Awal kami berbisnis konsultasi berangkat dari perusahaan di Cina yang dimulai pada tahun 2003, dimana saya dan suami, Clemens Bauer, adalah founding partner. Setelah lulus studi Studi S2 di National University of Singapore, kami bersama salah satu rekan belajar di program Urban Design yang berasal dari Cina menjajaki usaha konsultasi secara freelance. Pada saat saya bekerja sebagai design leader untuk salah satu Local Design Institute terbesar di Tianjin (sekitar 1000 staff di bidang arsitektur dan konstruksi), kami memenangkan kompetisi internasional untuk master plan Tianjin University of Technology.

Perusahaan tersebut kemudian menawarkan kesempatan untuk memimpin salah satu design unit mereka, yang berarti kami akan menangani begitu banyak proyek yang signifikan. But still, we decided to be independent. Partner saya menawarkan saya bersama suami untuk berpartner di bisnis konsultansi di Tianjin, kota otonomi terbesar ketiga di China yang terletak di dekat Beijing. Perusahaan kami di Cina berkembang pesat, seturut construction boom di China terutama menjelang Olimpiade Beijing. Kini, sudah menjadi sebuah multidisciplinary office in Planning and Architecture dengan staf sebanyak 70 orang. Setelah tiga tahun berbisnis di Tianjin, saya bersama suami memutuskan kembali ke Singapura dan melanjutkan bisnis kami closer to home. Inilah awal lahirnya Bauer+Astaman tahun 2006.

Jakarta Green City

Proyek seluas 38 ha dengan klien sebuah konglomerasi multinasional terbesar di Singapura ini adalah township pertama di Indonesia. Terletak di Cakung yang sejatinya merupakan area industri, penekanan konsep desain terutama pada penciptaan imej tempat tinggal yang diidamkan, dengan fasilitas modern yang lengkap di tengah kehidupan suburban. Penerapannya yaitu pada image brand “Living in the New Upper East” dengan membangun infrastruktur yang memungkinkan integrasi lingkungan: keamanan sekaligus keterbukaan pada komunitas, serta kehidupan ramah lingkungan. Proyek Jakarta Garden City memperoleh FIABCI award, penghargaan paling bergengsi di bidang real estate, sebagai perumahan terbaik di Indonesia dan terbaik kedua di dunia untuk low-rise residential.

Jakarta Green City

Di Bauer+Astaman kami melanjutkan proyek-proyek yang berbasis di Asia Tenggara, sambil membangun sebuah brand yang lebih fokus menangani higher-end projects untuk klien multinasional. Singapura adalah basis yang sangat efisien untuk menjajaki market di Asia Tenggara, yang bagi kami bukan hanya end-user atau private clients tapi terutama corporate clients. Di Singapura konsentrasi perusahaan multinasional yang berposisi sebagai HQ (Head Quarter) Asia Pacific sangat tinggi dan kebanyakan decision maker dari perusahaan-perusahaan tersebut akan berbasis disini Sayangnya market di Asia Tenggara tidak berkembang sepesat yang kami harapkan, sehingga masih sedikit proyek-proyek (terutama proyek urban) yang bisa kami garap jika dibandingkan dengan di Cina, dimana kami masih sangat aktif dengan partner office kami terdahulu dan dengan tim proyek yang berbasis di Shanghai.

Bisa dibilang bisnis kami bukanlah biro arsitek yang konvensional. Dimana kami bisa memberikan added value untuk klien dan bisnis mereka, disitu kami bekerja. Apakah itu terintegrasi dengan divisi bisnis mereka, atau sebagai ‚penasihat’ dalam suatu proyek atau investasi. Posisi saya di Bauer+Astaman resminya sebagai Direktur, tapi saya lebih senang menyebutnya Business Development Creator, menciptakan business opportunity bukan hanya untuk perusahaan kami tapi juga untuk klien dan industry colleagues.

Sejalan perkembangan bisnis di bidang konsultasi, kami juga sedang mengembangkan property brand sendiri yang dimulai dengan dibentuknya DEVA (Divine Estate and Villas Asia) dengan proyek pertama kompleks boutique investment villas di Canggu, Bali.

Xiqing Waterfront and CBD

Xiqing Waterfront and CBD

Proyek pemenang kompetisi internasional ini terletak di Xiqing District, sebuah daerah perdagangan di tepi sungai yang menghubungkan Cina utara dan selatan. Desain menerapkan struktur seperti benang helix yang dikombinasikan dengan infrastruktur dan jaringan transportasi publik untuk membangkitkan interaksi kedua tepi sungai, yang nantinya akan menampung beragam fungsi seperti convention center, mall, shopping arcade, residensial, pusat rekreasi, water parks dan ruang-ruang hijau.

Di dalam urban design, it may not always be possible to have a certain design style. Urban Designers biasanya lebih jauh lagi dari image seorang ‘artist’ yang memiliki gaya tersendiri, karena setiap lokasi memiliki permasalahan yang berbeda, sehinggs membutuhkan jawaban yang berbeda juga. The Genius Loci, spirit of the place, akan dan harus ‘mendikte’ gaya perencanaan kawasan/ kota, sementara Urban designer membantu mengarahkannya untuk menjadi atraktif dan relevan sesuai kebutuhan.

Begitupula di bidang arsitektur, tidak ada konsep one-style-fits all, satu gaya design yang bisa mengakomodasi semua. Karakter desain akan terus berkembang sesuai perjalanan karir. Namun demikian, di Bauer+Astaman, kami memiliki a distinctive design philosophy, and that are: pragmatic, commercial, and innovative. It’s hard to pin point for me, but our clients and critiques always see it.

Setiap ruang publik punya ‘personality’dan potensial. Jika belum terlihat, maka adalah tugas kami sebagai arsitek/ perencana urban untuk mengeksplorasi potensinya. Lokasi yang awalnya tidak berkarakter, atau bahkan memiliki reputasi yang kurang baik dapat ditransformasikan menjadi tempat yang ‘disukai’, popular dan komersial. Inilah yang terjadi di banyak project urban revitalization kami. Bisa dibilang, kami adalah tim ‘urban makeover’, mentransformasikan suatu ‘urban personality’ dari status quo ke suatu yang lebih baik, unik, dan value-added.

Capital City of The Olympic

Mengacu kepada masterplan Tianjin Olympic Area oleh Nikken Sekkei International, proyek yang dibuat semasa masih bekerja sebagai director/founding partner dari Archiland Consultant International ini meliputi sebuah SOHO tower yang menanpung area retail dengan dua menara apartement servis di atasnya.

Capital City of The Olympic

Dengan keberdekatan dan view yang baik kearah area olimpiade, daerah dimana proyek ini dibangun direncanakan untuk menjadi distrik residensial yang elit. Kesuksesan dua menara apartemen dan presentase huniannya yang tinggi pada tahun 2006 mendorong developer untuk melanjutkan membangun menara ketiga dengan konfigurasi yang serupa yang diselesaikan pada 2007, dan menara keempat yang saat ini sedang dalam penyelesaian.

(oleh Karolina Astaman)

Karolina Astaman
A cum laude graduate from Bandung Institute of Technology, and National University of Singapore, Karolina practises urban design and
architecture with professional experiences in China, Singapore and Indonesia. With her husband Clemens Bauer she established Bauer+Astaman in Singapore, where she in charge of General management of the office.
Bauer+Astaman has been working on several project such as Xiqing Eco-city (China), The Mangrove Nusa Dua (Indonesia), National Art
Gallery (Singapore).